Akuntan manajemen mempunyai peran penting dalam
menunjang tercapainya tujuan perusahaan, dimana tujuan tersebut harus dicapai
melalui cara yang legal dan etis, maka paraakuntan manajemen dituntut untuk
bertindak jujur, terpercaya, dan etis (Anshori,2002). Dalam hubungannya dengan
kesadaran etika, disebutkan bahwa masalah ini sering mencuat sebagai salah satu
persoalan yang sering menghinggapi akuntan lokal. Menurut SriMulyani seperti
dikutip dari Islahuddin dan Soesi (2002) menyatakan bahwa akuntan lokal sudah
terbiasa dengan kondisi hitungan seimbang, yang dipaksa melindungi perusahan
klien dari kebobrokan keuangan. Akibatnya dengan adanya kesadaran etis yang
rendah memberi gambaran kekurangsiapan akuntan lokal menghadapi pasar
global.Untuk itu perlu lagi bagi para akuntan manajemen maupun para lulusan
jurusan akuntansi yang kelak mengambil profesi sebagai akuntan akuntan
manajemen untuk meninjau standar etika bagi akuntan manajemen yang dikeluarkan
oleh Institute of Management Accountants, agar menampilkan karakteristik
akuntan yang berkualitas dan mampu menjaga profesionalismenya di era
globalisasi ini. Standard Etik Untuk Akuntan Manajemen. (Standars of Ethical
Conduct for Management Accountants).
contoh:
Committee of Sponsoring Organizations of the Treadway Commission
(COSO). Penelitian COSO menelaah hampir 350 kasus dugaan kecurangan pelaporan
keuangan oleh perusahaan-perusahaan publik di Amerika Serikat yang diselidiki
oleh SEC. Diantaranya adalah :
a. Kecurangan keuangan memengaruhi perusahaan dari semua ukuran,
dengan median perusahaan memiliki aktiva dan pendapatan hanya di bawah
$100juta.
b. Berita mengenai investigasi SEC atau Departemen Kehakiman
mengakibatkan penurunan tidak normal harga saham rata-rata 7,3 persen.
c. Dua puluh enam persen dari perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam
kecurangan mengganti auditor selama periode yang diteliti dibandingkan dengan
hanya 12 persen dari perusahaan-perusahaan yang tidak terlibat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar